Dalam sebuah jurnal mengenai dua dosis vaksin yang dipublikasikan pada hari Senin kemarin (1 Februari 2021), peneliti menemukan bahwa orang-orang yang pernah terinfeksi virus Covid-19 melaporkan bahwa mereka mengalami gejala kelelahan, pusing, demam, dan nyeri sendi dan otot setelah mendapatkan suntikan pertama lebih sering dibandingkan mereka yang belum pernah terinfeksi covid. Orang-orang yang pernah terinfeksi Covid juga memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi setelah mendapat satu dan dua dosis vaksin.

Satu Dosis Vaksin Cukup ?

Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengatakan, orang-orang yang terkena Covid-19 mungkin hanya membutuhkan satu dosis vaksin.

Saya rasa satu kali vaksin cukup, Ini juga akan menghindarkan seseorang dari rasa sakit yang tidak perlu ketika mendapat vaksin dosis kedua dan membuat ketersediaan vaksin lebih banyak

Florian Krammer, Virologist Icahn School of Medicine dan penulis jurnal diatas.

Jurnal kedua yang juga dipublikasikan pada hari Senin kemarin juga memperkuat jurnal sebelumnya. Dalam penelitian ini terdapat 59 pekerja kesehatan, dimana 42 diantaranya terinfeksi Covid (dengan atau tanpa gejala). Peneliti di jurnal ini tidak menilai efek sampingnya, tetapi mereka menemukan bahwa mereka yang pernah terinfeksi, merespon dosis pertama vaksin dengan menghasilkan tingkat antibodi yang tinggi, dibandingkan jumlah antibodi yang dihasilkan oleh vaksin dosis kedua dari orang-orang yang tidak pernah terinfeksi covid. Dan dalam eksperimen lab, antibodi tersebut terikat pada virus dan menghentikan virusnya masuk kedalam sel. Untuk memperbanyak suplai vaksin, penulis jurnal tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang pernah terinfeksi Covid untuk diturunkan tingkat prioritasnya dan cukup menerima satu dosis vaksin ketika suplai vaksin sangatlah terbatas.

Lebih Aman Dua Dosis Vaksin ?

Dua Dosis Vaksin 2
Ilustrasi | Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels

Meskipun beberapa peneliti setuju dengan logika ini, yang lain cukup berhati-hati mengenai ini. Mengubah jumlah dosis bisa menyebabkan preseden yang rumit ujar E. John Wherry, direktur Institut Imunologi Universitas Pennsylvania. Dr. Wherry juga mengatakan bahwa orang-orang yang punya gejala sedang Covid juga memiliki tingkat antibodi yang rendah, dan mungkin tidak memiliki perlindungan yang cukup melawan varian Covid yang lebih menular. Mungkin akan lebih sulit juga untuk mengidentifikasi orang-orang yang sebelumnya pernah terinfeksi.

Efek samping setelah vaksin adalah sesuatu yang sudah diantisipasi. Mereka menunjukan bahwa sistem imun bereaksi dan bersiap untuk melawan infeksi yang terjadi apabila terjadi kontak dengan virus. Vaksin Pfizer dan Moderna juga terbukti cukup bagus untuk memancing respon imun. Mayoritas partisipan pada percobaan kedua vaksin tersebut melaporkan rasa sakit pada bagian yang disuntikan, dan lebih dari setengah melaporkan kelelahan dan pusing.

Percobaan klinis yang resmi dari dilakukan oleh Pfizer dan Moderna, dimana terdapat lebih dari 30.000 partisipan masing-masing vaksin, menyarankan bahwa mayoritas orang mengalami efek samping terparah setelah suntikan dosis kedua. Dan pada studi Moderna, orang-orang yang sebelumnya telah terinfeksi justru memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan mereka yang belum pernah terinfeksi.

Dua Dosis Vaksin 3
Ilustrasi | Foto oleh cottonbro dari Pexels

Tetapi anehnya, peneliti juga semakin sering mendengar kasus dimana orang yang sebelumnya pernah terinfeksi justru mendapatkan efek samping yang lebih parah dibandingkan mereka yang belum pernah terinfeksi. Ini sesuai dengan apa yang ditemukan Dr. Krammer dan rekannya dalam penelitian mereka yang belum dipublikasikan di jurnal ilmiah. Peneliti menilai gejala setelah vaksin pada 231 orang, dimana 83 sebelumnya pernah terinfeksi dan 148 belum. Kedua grup partisipan tersebut melaporkan mengalami rasa sakit di tempat disuntik setelah dosis pertama. Tetapi mereka yang pernah terinfeksi sebelumnya mengatakan rasa sakit disertai rasa lelah, demam, dan sakit kepala.

Tim tersebut juga melihat bagaimana sistem imun merespon vaksin di 109 orang, dimana 68 orang belum pernah terinfeksi dan 41 orang pernah. Ditemukan antibodi yang lebih kuat pada mereka yang pernah terinfeksi. Meskipun angkanya cukup kecil dan untuk menyimpulkan penelitian ini masih perlu dipelajari lagi lebih lanjut menurut ahli.

Tidaklah mengherankan apabila orang yang pernah terinfeksi mendapatkan reaksi yang lebih intens. Kedua dosis vaksin memiliki material genetik yang memancing tubuh untuk memproduksi protein. Orang yang pernah terinfeksi covid memiliki sel imun yang dapat mengenali bentuk virus covid. Jadi, ketika vaksin menghasilkan protein yang mirip dengan covid, sel imun akan melawan dan membuat orang-orang merasa sakit.

Dr. Susan Malinowski, seorang optalmologis di Michigan yang pernah terinfeksi Covid-19 di bulan Maret, juga merasa tidak enak badan setelah mendapat vaksin Moderna. Dia mendapatkan dosis pertama sebelum makan siang perayaan Tahun Baru. Pada waktu malam hari, dia mulai merasa sakit dan terbaring di kamar selama dua hari.

saya merasa demam, kedinginan, keringat dingin di malam hari dan sakit di seluruh tubuh. Bahkan saya merasa lebih sakit karena vaksin dibandingkan covid

Dr. Susan Malinowski

Sebuah jurnal yang dipublikasikan awal bulan ini juga melaporkan bahwa apabila seseorang bertahan dari infeksi alami covid memberikan 83 persen proteksi dari terinfeksi kembali selama lima bulan, dalam jurnal tersebut juga dikatakan bahwa “Memberikan dua dosis vaksin diatas itu mungkin terlalu berlebihan.”

Shane Crotty seorang imunologis di Institut La Jolla untuk Imunologi mengatakan bahwa respon vaksin yang intens biasanya berarti perlindungan yang lebih baik. Jika seseorang mengalami respon yang berlebihan pada dosis pertama, ia mengatakan bahwa tidak mendapatkan dosis yang kedua mungkin bijak dan mungkin dosis kedua tersebut tidak perlu.

Tetapi imunologis lain menyarankan orang-orang untuk tetap mendapatkan dua dosis, salah satunya adalah Maria elena Bottazzi seorang imunologis di Baylor College of Medicine di Houston. Menurutnya mendapatkan dua dosis vaksin tidak memberikan resiko pada mereka yang pernah terinfeksi covid.

Tetap saja, Dr. Malinowski berharap terdapat lebih sedikit pertanyaan dan lebih banyak jawaban. Jika efek samping vaksin memang lebih intens pada mereka yang pernah terinfeksi, seharusnya petugas kesehatan bisa memberitahukan resiko ini kepada orang-orang.


Tetap jaga kesehatan, anda juga bisa menerapkan 19 Kebiasaan Sehat Mudah Dilakukan untuk Hidup Lebih Baik untuk menjaga kesehatan anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Isi komentar anda
Masukan nama anda disini