Update terakhir : 5/2/21

Apa itu Asam Lambung atau GERD?

Asam lambung naik adalah ketika isi dari perut naik ke kerongkongan (esophagus). Asam lambung naik ini juga disebut GERD (Gaestroesophageal reflux disease). Jika anda sering mengalami gejala asam lambung naik, anda mungkin memiliki penyakit asam lambung atau GERD.

Berdasarkan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK) Penyakit asam lambung atau GERD terjadi pada 20 persen orang di Amerika Serikat. Jika tidak ditangani, penyakit asam lambung ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Gejala Asam Lambung atau GERD

Sakit Asam Lambung
Illustrasi Foto Oleh Shimazaki Dari Pexels.com

Gejala asam lambung atau ciri asam lambung adalah:

  • Sensasi terbakar pada dada (heartburn), biasanya terjadi setelah makan dimana akan semakin parah bila terjadi di malam hari.
  • Sakit di dada.
  • Kesulitan menela.
  • Muntah makanan atau cairan asam.
  • Terasa ada benjolan di tenggorokan.

Jika anda mengalami asam lambung di malam hari, anda mungkin juga akan mengalami:

  • Batuk kronis
  • Radang tenggorokan
  • Asma (Jika tidak punya riwayat Asma) atau Asma akut (Jika punya riwayat Asma)

Diagnosa Asam Lambung atau GERD

Jika dokter anda menduga bahwa anda memiliki penyakit asam lambung atau GERD, mereka akan melakukan pengecekan fisik dan menanyakan tentang gejala yang anda alami.

Dokter anda mungkin akan menggunakan prosedur dibawah untuk untuk mengkonfirmasi diagnosa anda dan melihat komplikasi yang dapat disebabkan oleh asam lambung atau GERD.

  • Upper endoscopy: Memasukkan selang berisi kamera kedalam kerongkongan untuk memeriksa dan mengambil sampel jaringan (Biopsi) jika diperlukan.
  • Esophageal manometry: Memasukan selang kedalam kerongkongan untuk mengukur kekuatan otot kerongkongan.
  • Esophageal pH monitoring: Memasukan alat uji kedalam kerongkongan untuk melihat kadar asam dalam kerongkongan.

Asam Lambung pada Balita

Asam lambung pada Balita
Illustrasi Foto oleh Daria Shevtsova dari Pexels

Bayi juga dapat mengalami asam lambung, sekitar 2/3 balita berumur 4 bulan memiliki gejala GERD. Hingga 10 persen balita berusia satu tahun juga dapat mengalami asam lambung. Normal apabila balita memuntahkan makanan kadang kala. Tetapi jika balita muntah secara rutin, akan lebih baik jika diperiksakan apakah memiliki Asam lambung/GERD atau tidak.

Tanda atau gejala asam lambung pada bayi adalah:

  • Tidak mau makan
  • Kesulitan menelan
  • Tersedak
  • Sering bersendawa atau cegukan
  • Mudah marah ketika makan atau setelah makan
  • Membungkuk ketika makan atau setelah makan
  • Berat badan turun atau perkembangan lambat
  • Batuk
  • Sulit tidur

Penyebab Asam Lambung

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan resiko asam lambung, seperti:

  • Obesitas
  • Kehamilan
  • Hiatal Hernia
  • Gangguan Jaringan Ikat

Beberapa perilaku gaya hidup juga dapat meningkatkan resiko asam lambung, seperti:

  • Merokok
  • Makan porsi besar
  • Tiduran atau tidur setelah makan
  • Makan-makanan seperti gorengan atau pedas
  • Minum soda, kopi, atau alkohol
  • Efeksamping obat seperti aspirin atau ibuprofen

Komplikasi Asam Lambung

Kebanyakan orang-orang yang mengalami asam lambung, tidak memiliki komplikasi yang serius. Tetapi, pada beberapa kasus langka, bisa mengarah kepada komplikasi yang serius atau bahkan permasalahan kesehatan yang mengancam nyawa.

Komplikasi asam lambung yang bisa terjadi adalah:

  • esophagitis: Bengkak pada kerongkongan (esophagus)
  • Penyempitan kerongkongan
  • Barrett’s esophagus: Perubahan permanen pada lapisan kerongkongan
  • Kanker kerongkongan, yang dialami sebagian kecil orang yang mengalami Barrett’s esophagus
  • Asma, batu kronis, atau permasalahan pernafasan lainnya
  • Erosi gigi, penyakit gusi, dan permasalahan gigi lainnya.

Untuk mengurangi resiko komplikasi, sangatlah penting untuk mengambil langkah preventif dan menangani gejala asam lambung.

Makanan Penyebab Asam Lambung

Ilustrasi Foto oleh Cats Coming dari Pexels
  • Makanan berlemak
  • Makanan pedas
  • Coklat
  • Jeruk
  • Nanas
  • Tomat
  • Bawang Merah dan Putih
  • Mint
  • Alkohol
  • Kopi
  • Teh
  • Soda

Makanan penyebab asam lambung diatas dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Kebiasaan Untuk Mengatasi Asam Lambung

Ada beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang bisa anda rubah untuk meringankan gejala asam lambung yaitu:

  • Berhenti merokok
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Makan dalam porsi kecil
  • Mengunyah permen karet setelah makan
  • Menghindari tidur setelah makan
  • Menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan asam lambung
  • Hindari memakai pakaian yang ketat

Selain kebiasaan diatas, anda juga bisa melakukan 19 Kebiasaan Sehat untuk Hidup yang Lebih Sehat.

Kegelisahan dan Asam Lambung

Berdasarkan studi tahun 2015, kegelisahan dapat membuat gelaja asam lambung semakin parah. Jika anda merasa gejala anda semakin parah karena rasa gelisah, pertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter untuk mencari cara mengatasi hal ini.

Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi rasa gelisah adalah:

  • Batasi eksposur terhadap orang, tempat, atau pengalaman yang dapat membuat anda gelisah
  • Berlatih teknik relaksasi seperti meditasi atau teknik bernafas
  • Atur kebiasaan tidur, olahraga, atau gaya hidup lainnya.

Selain kebiasaan-kebiasaan diatas, anda juga bisa menjaga kesehatan mental anda dengan 5 Cara Menjaga kesehatan Mental.

Kehamilan dan Asam Lambung

Kehamilan dapat meningkatkan resiko anda mengalami asam lambung. Jika anda sebelumnya mengalami asam lambung, gejala yang anda alami mungkin menjadi semakin parah. Perubahan hormon ketika hamil dapat menyebabkan otot di kerongkongan dan pertumbuhan bayi menekan perut anda mengakibatkan asam lambung.

Ada banyak obat yang bisa digunakan untuk mengatasi asam lambung ketika hamil. Tetapi pada beberapa kasus, dokter anda mungkin menyarankan untuk menghindari beberapa obat, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

Asma dan Asam Lambung

Berdasarkan penelitian, lebih dari 75 persen orang yang memiliki asma juga memiliki asam lambung. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan pasti antara asma dan asam lambung. Sangatlah mungkin apabila Asam Lambung membuat gejala asma semakin parah. Tetapi asma dan obat asma mungkin dapat meningkatkan gejala Asam Lambung.

Alkohol dan Asam Lambung

Pada beberapa orang yang mengalami asam lambung, beberapa makanan atau minuman dapat memperparah gejalanya. Tergantung dari penyebab masing-masing orang, anda mungkin bisa meminum sedikit alkohol, tetapi ada juga beberapa orang yang hanya sedikit mengkonsumsi alkohol langsung memicu penyakit asam lambung.

Obat Asam Lambung Alami

Peringatan!

Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut untuk obat asam lambung alami, beberapa orang melaporkan bahwa obat herbal asam lambung ini bisa bekerja. Tapi, dalam beberapa kasus obat herbal asam lambung dapat mengakibatkan efek samping atau mengganggu cara kerja obat dari dokter. Pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu ke Dokter terdekat.

Anda bisa mengobati asam lambung yang bersifat ringan di rumah dengan mengkonsumsi obat asam lambung alami dengan bahan dibawah ini:

  • Jahe
  • Akar manis (Licorice)
  • Teh chamomile

Obat Asam Lambung di Apotik

Obat Asam Lambung di Apotik
Illustrasi Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Peringatan!

Sangat direkomendasikan untuk mengunjungi Dokter terdekat untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dan meminta resep obat sebelum membeli obat asam lambung di apotik.

1. Antasida

Antasida adalah obat apotik yang dapat membantu menetralisasi asam lambung. Antasida bekerja secara berbeda dengan obat penetral asam lainnya seperti Penghambat Pompa Proton atau H2 Blocker. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi gejalan asam lambung seperti:

  • Asam lambung naik yang menyebabkan rasa pahit di lidah, batuh kering, rasa sakit ketika tidur, dan kesulitan menelan.
  • Heartburn atau nyeri pada dada yang diakibatkan karena asam lambung
  • Kembung

Obat Antasida bisa anda peroleh di apotik dengan nama:

  • Mylanta®
  • Malox®
  • Rolaids®
  • Gaviscon®
  • Gelusil®
  • Tums®

Hati-hati, terlalu sering mengkonsumsi obat Antasida dapat mengakibatkan efek samping seperti diare, sembelit, kram perut, dan masalah ginjal. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada label obat atau berdasarkan resep obat dari dokter.

2. H2 Receptor Blocker

Obat ini bekerja secara khusus untuk menekan produksi asam lambung yang dapat mengakibatkan maag atau asam lambung naik. Dibandingkan Antasida, obat ini tidak bekerja secepat Antasida, namun efeknya dapat bertahan lebih lama dan meredakan gejala akibat maag.

Obat H2 Receptor Blocker bisa anda peroleh di apotik dengan nama:

  • Cimetidine (Tagamet®)
  • Ranitidine (Zantac®)
  • dan Famotidine (Pepcid®)

3. Penghambat Pompa Proton (Proton Pump Inhibitors PPI)

Penghambat Pompa Proton atau PPI ini bisa dibeli di Apotik sama seperti Antasida dan H2 Receptor Blocker. Obat PPI ini sangat efektif untuk menurunkan asam lambung dan memulihkan penyebab maag. Harap perhatikan resep dokter, label atau rekomendasi dari apoteker. Hindari untuk meminum obat ini tidak sesuai dosis, dan apabila gejala masih belanjut setelah dua minggu segera periksakan diri ke dokter.

Obat Penghambat Pompa Proton atau PPI ini bisa anda beli di apotik dengan nama:

  • Omeprazole (Prilosec®, Zegerid®)
  • Lansoprazole (Prevacid 24 HR®)

Referensi

Mayoclinic : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940

US National Library of Medicine National Institutes of Health : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases : https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/definition-facts

TINGGALKAN KOMENTAR

Isi komentar anda
Masukan nama anda disini